Sabtu, 22 Januari 2011

Menlu Prancis Dikeroyok di Gaza


Mobil Menlu Prancis dikurung (Foto: AFP)
GAZA - Massa demonstran Palestina tiba-tiba menyerbu kendaraan yang ditumpangi oleh Menteri Luar Negeri Prancis yang sedang melakukan kunjungan di Gaza. 

Puluhan massa yang diantaranya terdapat keluarga dari tahanan Palestina yang ditahan di Penjara Israel, mengepung mobil yang mengangkut Menlu Prancis Michelle Alliot-Marie. Warga berusaha memblokir perjalanannya yang hendak melewati perbatasan Erez dari Israel.

Warga Palestina ini marah atas komentar yang dikeluarkan oleh Alliot-Marie yang dinilai memberikan dukungan kepada prajurit Israel yang ditahan Hamas, Gilad Schalit. Schalit sendiri diketahui memiliki kewarganegaraan ganda yakni, Israel dan Prancis. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (21/1/2011).

Alliot-Marie sebenarnya tidak mengutarakan langsung dukungan tersebut. Namun usai mengunjungi orang tua Schalit pada hari Kamis 20 Januari lalu, justru orang tua Schalit yang mengeluarkan komentar dukungan tersebut.

Sepertinya warga Palestina merasa Alliot-Marie yang mengeluarkan pernyataan tersebut dan tentunya menyulut emosi mereka. Alhasil, kendaraan Menlu Prancis ini langsung dihujani lemparan telur bahkan sepatu.

Dirinya pun terpaksa mempersingkat kunjungannya ke Gaza. Alliot-Marie sendiri tidak menemui kelompok Hamas karena Uni Eropa selama ini menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.  
(faj)
»»  read more

Jumat, 14 Januari 2011

Jejak Yahudi Gusdur dan Ahmad Dhani

Libforall.com: Situs Zionis Berkedok Islam (Berbahasa Indonesia)

Pluralisme dan Liberalisme Agama merupakan pintu masuk bagi penghancuran agama itu sendiri. Hal ini sudah menimpa agama Nasrani ratusan tahun lalu di Eropa dan Amerika, sehingga gereja di sana banyak yang kosong dan kemudian dijual. Banyak pula orang Eropa dan Amerika yang mengaku sebagai Kristiani kian lama kian sedikit dan berubah menjadi agnostik, kaum yang tidak mau tahu soal agama. Inilah buah dari Liberalisme yang melanda umat Kristiani Eropa dan AS.

Setelah itu, kaum Liberalisme dan Pluralisme yang didalangi oleh apa yang disebut-sebut Henry Ford (pendiri perusahaan mobil Ford Amerika) sebagai The International Jews ini mengarahkan sasarannya ke umat Islam dunia. Indonesia sebagai negeri kaum Muslimin terbesar dunia menjadi tujuan utama gerakan penghancur agama ini. Berkedok sebagai Islam Pluralis, Islam Liberalis, Islam Damai, Islam Kultural, dan kedok-kedok lainnya, mereka mencoba mendangkalkan agama Allah ini.

Selain membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL) www.islamlib.com, mereka juga melakukan promosi di dunia maya. Salah satunya, mereka membuat situs www.libforall.com yang awalnya (2003) hanya berbahasa Inggris namun beberapa waktu lalu telah pula diluncurkan versi bahasa Indonesia. Tujuannya apa lagi jika bukan untuk memperluas cakupan “jualannya”.

Di halaman pertama kita akan disambut dengan kalimat “LibForAll Foundation adalah sebuah institusi yang berusaha mewujudkan dunia yang damai berdasarkan nilai-nilai luhur agama di bawah bimbingan dan perlindungan Yang Mulia KH. Abdurrahman Wahid dan para ulama lain.”

Masih di halaman yang sama, Associated Press menulis bahwa CEO LibFor All, Holland Taylor, tengah berupaya menghimpun tokoh-tokoh Liberalis dan Pluralis ber-KTP Islam di seluruh dunia untuk membentuk satu jaringan “Muslim Moderat”. Inilah kalimatnya: “Pendiri-bersama LibForAll C. Holland Taylor sedang menghubungkan para pemimpin Muslim moderat dalam sebuah jaringan mercusuar di dalam dunia Islam yang akan mempromosikan toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah. ”

“Kebebasan beribadah” di sini diartikan sebagai “Walau Anda Muslim, Anda bebas memilih mau sholat apa tidak. Itu terserah kepada Anda” Sebab, bukan rahasia umum lagi jika kelompok ini orang-orangnya sering tidak sholat. Sholahuddin Wahid, adik kandung Gus Dur, pernah berkata dalam satu acara, “Saya tahu betul, Gus Dur itu tidak sholat. ”

image Yang kelihatan konyol, terdapat satu kalimat di halaman “Kultur Pop” yang penuh dihiasi tulisan dan gambar band Dewa-19 pimpinan Ahmad Dhani—yang beribu kandung seorang Yahudi-Jerman—yang berbunyi: Kata-kata “Laskar Jihad” berarti “The Warriors of Jihad.” Ia juga merupakan nama sebuah kelompok radikal yang telah bertanggung jawab atas meninggalnya ribuan umat Kristen di Indonesia timur, Maluku dan Sulawesi baru-baru ini, dan telah mengusir setengah jutaan lainnya dari rumah mereka. ”

Yang membuat konyol bukan soal Laskar Jihadnya, karena laskar yang ini pun kita tahu betul apa kerjanya ketika tengah bergelora Jihad di Ambon. Tetapi, kekonyolan yang menganggap pihak Muslim yang harus bertanggungjawab atas matinya ribuan umat Kristen di Maluku dan Sulawesi. Padahal, yang memulai konflik, yang memulai serangan, memulai pembantaian, memulai perkosaan, memulai pengusiran, di Ambon sama sekali bukan umat Islam, tapi non-Muslim. Betapa naifnya kalimat itu.

Situs ini pun tanpa tedeng aling-aling menyatakan kelompok Islam Radikal sebagai kelompok yang diilhami Setan. Lihat saja halaman berjudul “Sebuah ‘Fatwa Musikal’ Melawan Kebencian & Terorisme Religius”.

Bendera perang telah dikibarkan oleh mereka. Genderang telah ditabuh. Umat Islam Indonesia harus dididik agar memahami dengan penuh kesadaran agar bisa menilai mana Islam yang benar dan baik, Islam yang berkiblat ke Makkah, yang Nabinya bernama Muhammad Rasulullah SAW, dan mana Islam made in Amerika yang berkiblat ke Washington dan Pentagon, serta nabinya bernama George W. Bush. Ini merupakan pekerjaan besar yang harus ditunaikan oleh orang-orang yang menyandang sebutan Ustadz dan Ulama. Tinggalkanlah paradigma bahwa umat itu komoditas atau alat untuk mendorong mobil mogok, yang didekati jika sedang diperlukan, namun ditinggal kabur ketika sudah tidak dibutuhkan. (Rizki/eramuslim)


Apabila ditelusuri lebih mendalam ternyata SEMUA Album Dewa mengandung simbol-simbol Yahudi. Siapakah sebenarnya Dewa dan Ahmad Dhani?
Baca : Jejak Yahudi Dewa & Ahmad Dhani :
http://swaramuslim.net/more.php?id=1273_0_1_0_M

Baca : Gus Dur dan Ahmad Dhani :
http://swaramuslim.net/more.php?id=5540_0_1_0_M

»»  read more

Pendidikan Karakter Cara Rasulullah SAW

Pada dasarnya manusia dilahirkan memiliki karakter yang fitrah. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah." (HR Bukhari Muslim). Allah SWT juga menegaskan bahwa setiap jiwa manusia telah berjanji untuk beriman kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Firman Allah: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): `Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab: `Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi'."(QS al-A`raf [7]: 172)

Namun, fitrah manusia tidak selamanya dapat dijaga sehingga setiap Muslim dapat menjadi pribadi-pribadi yang bersih dan jujur serta berakhlak karimah. Kemurnian fitrah manusia dapat dengan mudah terkontaminasi oleh pendidikan yang diberikan orang tua, masyarakat sekitar, dan bahkan sistem yang mendukung seseorang menjadi pribadi yang kehilangan karakternya. Pribadi-pribadi yang kehilangan fitrahnya akan membentuk komunitas yang tidak berkarakter; mereka akan menjadi masyarakat jahiliyah dan cenderung plagiasi. Dalam konteks seperti itulah Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang jahiliyah yang hidupnya hanya mengikuti nenek moyang mereka yang tersesat dan menyembah berhala.

Rasulullah SAW mulai mendidik karakter jahiliyah masyarakat Arab waktu itu dengan meluruskan ideologi atau keyakinannya. Beliau meluruskan kemusyrikan mereka dengan paradigma tauhid, yaitu meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan yang berhak disembah dan menjadi tujuan hidup seluruh manusia di muka bumi. Karakter tauhid inilah yang menjadi landasan pendidikan karakter yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam seluruh ajaran-ajarannya. Syariat atau aturan serta undang-undang tidak serta-merta diterapkan oleh Rasulallah SAW. Undang-undang atau sistem yang tidak dilandasi oleh ideologi atau paradigma yang lurus pasti tidak efektif. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW baru mendirikan suatu komunitas setelah beliau mampu mendidik generasi Muhajirin dan Anshar yang berkarakter di Madinah.

Pendidikan karakter yang terpenting adalah pendidikan moral dan etika. Rasulullah SAW sendiri pun menegaskan hal itu dalam sabdanya, "Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak karimah." (HR Ahmad dan yang lain). Menumbuhkan kembali akhlak karimah haruslah menjadi kompetensi dalam proses pendidikan karakter setiap bangsa.

Strategi Rasulullah SAW tersebut patut dijadikan teladan oleh bangsa kita. Tanpa paradigma yang tepat tentang hidup dan tujuannya, undang-undang dan sistem apa pun yang dibuat menjadi sia-sia belaka. Kita semestinya mampu menjaga kemurnian karakter, meluruskannya jika salah, membentuk sistem yang tidak merusaknya, serta mengawasinya dengan sebaik-baiknya. Wallahu a`lam.

Sebelumnya pendidikan karakter yang bakal gencar dilaksanakan di dunia pendidikan Indonesia semestinya dilaksanakan dalam rangka membentuk dan memperkuat karakter bangsa. Karena itu, pendidikan karakter perlu dipersiapkan dengan matang dan dilaksanakan secara bertahap supaya tidak menjadi sekadar pengetahuan atau indoktrinasi.
Selain itu, pendidikan karakter yang dikembangkan sudah seharusnya berakar dari budaya bangsa Indonesia yang menyepakati Bhineka Tunggal Ika. Pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak-anak lewat pendidikan formal meliputi nilai-nilai yang khas Indonesia dan nilai-nilai universal.
"Tidak bisa pemerintah mau gampang saja soal pendidikan karakter. Harus dipersiapkan dulu dasarnya dan bagaimana nanti bisa melaksanakannya dengan baik. Jangan sampai pendidikan karakter yang sebenarnya bagus itu nasibnya sama seperti Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di masa Orde Baru yang bentuknya indoktrinasi," kata HAR Tilaar, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam diskusi terbatas sejumlah pemerhati masalah pendidikan di Jakarta.
Tilaar mengatakan, Bhineka Tunggal Ika mampu menjadi keunikan negara dan bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi. Keberhasilan Indonesia membentuk karakter anak-anak bangsa yang mampu hidup berdampingan dalam beragamnya suku bangsa, agama, ras, dan antargolongan akan menjadi kontribusi terbesar bangsa ini di kancah global.
Charlotte K Priatna, Direktur Sekolah Athalia, menjelaskan mudah saja untuk menyampaikan pendidikan karakter dalam teori atau mata pelajaran. Namun, sekolah yang memang berkomitmen untuk membentuk anak-anak yang cerdas dan berkarakter justru harus mampu membudayakannya di dalam diri anak-anak yang didukung semua anggota komunitas sekolah.
"Jangan pendidikan karakter itu cuma letupan-letupan saja. Seperti kantin jujur yang bagus, kini hampir tak lagi terdengar gaungnya. Kita harus komitmen untuk menjalankan pendidikan karakter di setiap sekolah," kata Charlotte.
Sekolah yang terdiri dari prasekolah hingga SMA tersebut selama 15 tahun menerapkan pendidikan karakter yang berkesinambungan. Di SD, misalnya pendidikan karakter untuk menjadikan siswa yang mandiri bertanggung jawab, sedangkan di SMP membentuk siswa yang peduli dan berbagi. Sementara di SMA diperkuat dengan pembentukan karakter yang mampu memberi pengaruh pada orang lain lewat kepemimpinan serta berkontribusi pada lingkungannya.
Menurut Charlotte, pendidikan karakter untuk anak mesti dibangun dengan memperkuat komunitas sekolah. Orang tua atau keluarga juga mesti terlibat dengan adanya program parenting class yang diadakan di sekolah. (fn/rp/km) www.suaramedia.com
»»  read more

Salah Olah Teh, Bisa-Bisa Hanya "Numpang Lewat" di Tubuh

Minum teh sudah menjadi bagian dari ritual pagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain teh manis hangat, teh pahit juga banyak disukai untuk menemani menu sarapan. Bagi sebagian orang, minum teh tak afdal jika warnanya tidak pekat. Bila dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini ternyata bisa membuat urusan ke belakang terganggu.
"Teh yang terlalu pekat dan juga pahit, seperti diketahui, bisa mengatasi diare. Karena itu, jika dikonsumsi terlalu sering tentu bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit," kata Rina Poerwadi, ahli kuliner sehat dalam acara bincang-bincang "Manfaat Teh untuk Kesehatan" yang diadakan Teh Botol Sosro dan Kidzania.
Karena itu, Rina menyarankan agar penyeduhan teh sebaiknya tidak lebih dari tiga menit. "Diseduh selama tiga menit sudah cukup untuk merilis polifenol yang ada dalam teh. Kalau diseduh terlalu lama, ibaratnya 'nyawanya' sudah tidak ada lagi," paparnya.
Polifenol merupakan antioksidan dalam teh. Senyawa antioksidan ini mampu menyingkirkan radikal bebas yang menjadi penyebab utama penuaan dan penyakit pada manusia. Selain pada teh, polifenol juga bisa ditemukan pada minyak zaitun, anggur merah, dan teh hijau. Polifenol hanya bisa bertahan tiga jam.
Ini salah satu gambaran bagaimana interaksi antar zat gizi yang kita konsumsi bersamaan dapat membuat penyerapannya tidak optimal. Interaksi antar zat gizi ataupun dengan zat non-gizi memang bisa berdampak positif, tapi bisa juga negatif.

Mengonsumsi suplemen gizi atau non-gizi dalam beberapa hal dapat memberi keuntungan. Misalnya minuman suplemen, selain mengandung gula sebagai sumber energi, juga mengandung vitamin B yang akan digunakan sebagai pemacu metabolisme energi.

Tapi, jika suplemen gizi atau non-gizi itu mengandung berbagai zat gizi sekaligus atau kadarnya sangat tinggi, kita perlu hati-hati. Sebab, pada proses metabolisme di dalam tubuh akan terjadi interaksi di antara zat-zat gizi itu. Bahkan lebih gawat lagi, beberapa dari zat yang terdapat dalam suatu produk pangan dapat berubah menjadi racun.

Interaksi dapat terjadi antara suatu zat gizi dengan yang lain, atau dengan zat non-gizi (lihat tabel). Yang dimaksud zat gizi adalah pati (gula), protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Artinya, jika salah satu dari zat gizi itu tidak ada dalam tubuh, maka akan terjadi gangguan. Sedangkan zat nongizi adalah zat selain zat gizi yang ada dalam bahan makanan, biasanya tidak dapat dicerna dengan jalur metabolisme biasa di dalam tubuh.

Interaksi zat gizi atau non-gizi dapat terjadi pada tiga tempat. Pertama, dalam bahan makanan (produk pangan). Kedua, dalam saluran pencernaan, dan ketiga, dalam jaringan, sistem transpor, dan jalur ekskresi tubuh. Masing-masing interaksi dapat bersifat positif (sinergis), negatif (antagonis), dan kombinasi di antara keduanya. Interaksi disebut positif jika membawa keuntungan. Sebaliknya, disebut negatif jika merugikan.

Bisa-bisa cuma numpang lewat
Dalam bahan makanan, suatu zat gizi misalnya mineral dapat berinteraksi negatif dengan zat non-gizi. Asam fitat dalam sayuran, serealia, atau umbi-umbian dapat mengikat mineral besi (Fe), seng (Zn), atau magnesium (Mg). Akibatnya, mineral-mineral itu tidak dapat diserap oleh tubuh. Begitu juga dengan serat, tanin, dan oksalat yang juga dapat mengganggu penyerapan kalsium (Ca).

Zat-zat pengikat mineral itu umumnya banyak ditemukan dalam bahan makanan nabati. Meskipun zat-zat non gizi itu dapat mengganggu penyerapan bebe-rapa mineral, bukan berarti tidak berguna sama sekali. Kita ketahui, serat mampu menurunkan kadar kolesterol darah. Begitu juga dengan polifenol pada teh, dipercaya dapat mencegah terjadinya kanker karena berperan sebagai antioksidan.

Masalahnya sekarang, berapa jumlah serat atau teh yang mesti dikonsumsi. Jika berlebihan, tentu akan mengganggu penyerapan beberapa mineral. Serat, misalnya, dapat mengikat Fe, Ca, dan Zn. Sementara itu untuk teh tampaknya perlu diwaspadai.

Ada dua jenis teh: teh hitam dan teh hijau. Pada teh hitam senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan ternyata telah mengalami oksidasi, sehingga dapat mengikat mineral seperti Fe, Zn, dan Ca, serta dapat menyamak protein. Untungnya, pada teh hijau senyawa polifenolnya masih banyak, sehingga kita masih dapat meningkatkan peranannya sebagai antioksidan.

Meskipun dalam daftar komposisi bahan makanan terlihat kandungan mineral pangan nabati cukup tinggi, kita harus bertanya dulu, apakah mineral itu dapat dimanfaatkan semuanya oleh tubuh. Hal ini harus diperhatikan karena kalau mineral-mineral itu terdapat dalam bentuk terikat dengan zat antigizi, tentu tubuh tidak dapat menyerapnya dengan baik. Artinya, di dalam tubuh mineral-mineral itu hanya akan "numpang lewat".

Lalu bagaimana agar sayuran atau serealia yang kita makan masih bermanfaat meskipun mengandung beberapa zat non-gizi? Ada beberapa cara dapat dilakukan, misalnya membuatnya menjadi tepung (menggiling), mengecambahkan (untuk serealia atau kacang-kacangan), atau dengan fermentasi seperti dalam tempe.

Di samping melakukan cara-cara itu, "penyelamatan" zat gizi dapat dilakukan dengan mengatur konsumsi bahan makanan tertentu. Misalnya teh. Kita punya kebiasaan minum teh bersamaan dengan saat makan nasi. Ini kekeliruan gizi yang harus diubah. Seperti telah dijelaskan, teh mengandung tanin yang dapat mengikat mineral. Untuk itu sebaiknya minum teh tidak dilakukan bersamaan dengan makan, tetapi sekitar 2 - 3 jam sesudahnya.

Interaksi dalam saluran pencernaan
Sebagian besar interaksi zat gizi terjadi di dalam saluran pencernaan. Interaksi itu dapat menguntungkan atau merugikan. Interaksi antara vitamin C dengan Fe merupakan contoh yang menguntungkan, karena vitamin C dapat meningkatkan kelarutan Fe, sehingga Fe lebih mudah diserap tubuh. Peningkatan penyerapan Fe juga dapat dibantu vitamin A dan vitamin B2.

Dalam berbagai penelitian telah diperlihatkan pula, protein hewani dapat meningkatkan ketersediaan biologis Fe, khususnya Fe dalam bentuk nonheme (jenis Fe yang banyak terdapat dalam bahan makanan nabati). Penelitian oleh Cook dan Menson (1976), Hallberg (1980), dan Latifuddin (1998) yang mempelajari pengaruh berbagai jenis protein terhadap tingkat penyerapan Fe nonheme memperlihatkan, protein dari daging sapi, daging ayam, ikan, dan telur dapat lebih efektif dalam meningkatkan ketersediaan biologis Fe.

Itu berarti, jika kita mengonsumsi makanan itu bersama dengan daun singkong atau bayam (sebagai sumber Fe nonheme), misalnya, maka jumlah Fe yang akan diserap dan ditahan tubuh menjadi lebih besar. Peningkatan penyerapan ini karena adanya Meat, Poultry and Fish Factors (faktor MPF) yang membuat Fe menjadi lebih larut, sehingga lebih mudah diserap tubuh.

Konsumsi protein yang relatif tinggi dapat meningkatkan Ca dan Zn, meskipun ekskresi Zn dalam urine menjadi meningkat. Vitamin D juga dapat meningkatkan penyerapan Ca dengan cara mempercepat laju pembentukan "alat transpor" Ca.

Sementara itu, vitamin B1 dan beberapa vitamin B-kompleks lainnya sangat diperlukan dalam proses metabolisme energi. Vitamin C dan E secara bersama-sama memberikan efek sinergis sebagai antioksidan dalam tubuh. Itulah sebabnya sering dikatakan, mengonsumsi vitamin C dan E (atau antioksidan lain seperti betakaroten) dapat membuat kita awet muda, karena mereka mampu mengatasi serangan radikal bebas yang dipercaya mempercepat ketuaan.

Pada sisi lain, interaksi antara beberapa mineral justru dapat merugikan tubuh. Khusus untuk mineral, ada dua tipe interaksi yang terjadi, yaitu kompetisi dan koadaptasi. Interaksi yang bersifat kompetisi ditentukan oleh kemiripan sifat fisik dan kimia mineral itu satu sama lain. Interaksi ini terjadi pada waktu penyerapan di dalam usus. Beberapa contoh mineral yang berinteraksi secara kompetisi adalah Fe dengan Zn, Fe dengan Cr, Zn dengan Cu, dsb.

Mekanismenya, satu mineral yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan akan menggunakan "alat transpor" mineral lain sehingga akan terjadi kekurangan salah satu mineral itu. Misalnya, transferrin merupakan "alat transpor" bagi Fe. Transferrin ini ternyata dapat juga digunakan oleh Zn, Ca, dan Cr. Akibatnya, kita bisa kekurangan Fe (anemia).

Koadaptasi merupakan upaya adaptasi yang dilakukan usus dalam menyerap mineral tertentu. Sifat koadaptasi ini sering memberikan dampak negatif bagi tubuh. Koadaptasi dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama, bila suplai atau persediaan mineral tubuh rendah, maka usus akan beradaptasi untuk meningkatkan efisiensi dan transfer suatu mineral. Akan tetapi, bila penyerapannya tidak spesifik, maka mineral lain yang serupa juga akan ditingkatkan penyerapannya.

Kalau yang diserap itu mineral tidak berbahaya, tentu tidak masalah. Tapi jika yang diserap berpotensi sebagai racun, itu yang berbahaya. Hal ini tanpa disadari mungkin pernah terjadi pada diri kita. Misalnya, pada kasus kekurangan Fe (anemia), kita biasanya mengonsumsi suplemen Fe kadar tinggi. Namun, penyerapan "besar-besaran" dari Fe ini ternyata juga meningkatkan penyerapan Pb (timbal). Mineral Pb merupakan suatu logam berat yang jika terdapat dalam jumlah besar dalam tubuh, dapat berubah menjadi racun.

Bentuk koadaptasi kedua adalah: bila persediaan mineral dalam tubuh berlebihan, usus akan beradaptasi untuk mengeblok penyerapan mineral itu. Namun, bila mekanismenya tidak spesifik, penyerapan mineral lain yang serupa juga akan terhambat. Bentuk koadaptasi ini terutama terjadi pada tubuh, yang memang sehat-sehat saja, ketika mengonsumsi suplemen gizi atau makanan diperkaya dengan zat gizi dalam kadar tinggi.

Contohnya, susu kaya Fe dan Ca, atau suplemen Fe. Jika kadar Fe tubuh normal saja, suplementasi Fe justru akan menghambat penyerapan Zn. Hal ini telah dibuktikan oleh Kreb, et al. (1987) yang memberikan suplemen Fe pada 20 orang ibu hamil. Mereka menemukan adanya penurunan secara nyata kadar Zn pada mereka selama hamil.

Contoh interaksi mineral yang juga memberikan efek negatif adalah antara Ca dengan Mg. Hasil penelitian Linkswiller (1980) menunjukkan, peningkatan konsumsi Ca dari 800 mg menjadi 2.400 mg per hari dapat menurunkan penyerapan Mg. Konsumsi Mg yang rendah disertai Ca yang tinggi ternyata dapat menyebabkan timbulnya hipertensi, karena mengecilkan ukuran pembuluh darah arteri dan kapiler.

Jumlah dan kualitas makanan yang kita konsumsi memang penting diperhatikan, tetapi yang lebih penting adalah cara mengonsumsinya.

Selain itu, bila ingin mengonsumsi food supplement, sebaiknya diperiksa dulu kandungan apa saja di dalamnya. Jika terdapat zat-zat yang berpotensi menimbulkan interaksi negatif, sebaiknya dikonsumsi secara bertahap (tidak sekaligus), misalnya menjadi dua atau tiga kali makan untuk menurunkan dosis. Karena jika suatu zat gizi atau nongizi dikonsumsi dalam dosis tinggi sekaligus, peluang terjadinya interaksi yang tidak menguntungkan semakin besar. Akhirnya, menganekaragamkan makanan merupakan salah satu cara untuk mencapai hidup yang sehat. (fn/km/gz) www.suaramedia.com
»»  read more

Cara Alami Hilangkan Komedo Tanpa Pencet

Munculnya komedo di wajah seringkali memicu krisis percaya diri. Titik-titik hitam atau putih penyumbat pori-pori ini tak jarang membuat wajah terlihat kotor dan kusam.

Komedo memang sangat menyebalkan. Untuk menghilangkannya, jangan biasakan anda memencetnya! sebab selain kulit jadi merah, dapat juga membuat pori- pori anda jadi membesar.

Komedo merupakan bibit jerawat, sebelum bakteri masuk ke pori-pori kulit dan memicu peradangan atau infeksi. Facial di klinik kecantikan seringkali diandalkan untuk mengangkat komedo dengan sempurna. Membasmi komedo memang bukan hal mudah. Namun, Anda bisa melakukan perawatan untuk mencegah timbulnya komedo di wajah. Berikut sejumlah tips pencegahan yang bisa Anda coba di rumah, seperti diberitakan dari laman Times of India.

Lembabkan wajah dengan menerapkan kain basah hangat selama 15 menit setiap malam. Ini cara ampuh untuk membantu melepaskan sel kulit mati, kotoran, dan partikel lainnya yang menyumbat pori-pori. Namun, setelahnya jangan lupa menyuci kain dengan air mendidih untuk mematikan kuman dan bakteri yang menempel.

Cara lain adalah membuat larutan air jeruk nipis, minyak almond dan gliserin. Oleskan ramuan ini pada wajah untuk mengusir komedo dan bintik-bintik penyumbat pori-pori di wajah. Hindari penggunaan kosmetik krim dan berminyak, karena dapat memicu pertumbuhan komedo di wajah.

Untuk pembersih, pilih yang lembut untuk kulit rentan jerawat. Hindari penggunaan masker mengandung mint, peppermint atau bahan iritasi lain, terutama untuk kulit berminyak.
Yang terpenting, jangan nekat mengeluarkan paksa komedo dengan memencet sendiri di rumah. Ini potensial memicu infeksi dan jerawat.

Berikut ini ada resep peel off mask dari gelatin yang mungkin bisa membantu Anda menyapu bersih komedo yang menyebalkan dan mengganggu anda:

1. Pertama sediakan satu sendok makan bubuk gelatin (bisa dibeli di pasar swalayan), dua sendok makan susu cair dingin, satu butir putih telur. Setelah semua tersedia campur susu cair dingin dengan bubuk gelatin dalam panci kecil, setelah tercampur rata panaskanlah di atas api kecil. Bubuk gelatin akan meleleh dan bersatu dengan susu. Hati-hati jangan sampai menggumpal !

2. Setelah meleleh, diamkan sampai terasa hangat. Masukkan putih telur lalu aduk rata. Ingat, adonan harus cukup dingin supaya putih telur tidak menjadi matang tapi juga jangan terlalu dingin karena akan membeku.
3. Setelah semuanya selesai, segera oleskan adonan tadi ke wajah (kecuali area seputar mata dan bibir). Untuk memudahkan pemakaian, gunakanlah kuas agar lapisannya merata. Oleskan sekali lagi supaya masker merekat kuat.
4. Berbaringlah selama kurang lebih 30 menit atau hingga adonan terasa kering dan mengencang, lalu tariklah mulai dari dagu ke arah atas secara perlahan.
5. Setelah semua terkelupas, basuhlah wajah menggunakan air hangat dan bubuhkan pelembap sesudahnya.
6. Perhatian cara ini tidak dianjurkan bagi kulit yang berjerawat, jenis kulit kering dan sensitif karena bisa mengakibatkan kondisi kulit bertambah kering atau menimbulkan iritasi akibat tarikan masker. (fn/vs/sk) www.suaramedia.com
»»  read more

Ilmuwan Temukan Dinosaurus Baru Seukuran Anjing

BUENOS AIRES (Berita SuaraMedia) -  Selama ini orang umumnya mengenal Dinosaurus sebagai binatang yang bertubuh raksasa, tetapi para Ilmuwan baru-baru ini menemukan tengkorak baru dinosaurus yang tubuhnya sebesar anjing.

Spesies dinosaurus ini belum pernah dilihat sebelumnya dan disinyalir berusia 230 juta tahun, demikian diberitakan Straits Times, Jumat (14/1/2011).

Dinosaurus yang diberi nama Eodromaeus (baca: ii-o-DRO-mus), murphi kecil atau "si pelari pagi" itu memiliki bobot hanya 10 punds (4,5 kg) hingga 15 punds (6,8 kg), dan memiliki panjang empat kaki (1,2 Meter) dari ujung moncong hingga ekor.

Fosil dari Eodromaeus yang bertubuh kecil dan memiliki dua kaki itu ditemukan di Ischigualasto, pegunungan di kawasan barat laut Argentina.

Ischigualasto adalah sebuah lembah gersang yang digali para ilmuwan merupakan daerah yang kaya fosil dari awal kehidupan dinosaurus. Di sana pula mereka pertama kali menemukan eoraptor (baca: i-oh-RAP-tor) pada 1991, yang oleh beberapa pihak diyakini sebagai leluhur dari semua dinosaurus.

Si pelari pagi yang baru ditemukan itu, berlari menggunakan dua kaki dan memakan baik tumbuhan maupun binatang. Ketika tengkorak fosilnya pertama kali ditemukan, para peneliti dari Argentina dan AS mengira tulang-tulang itu merupakan eoraptor.

"Tetapi saya mulai mengukurnya di laboratorium, dan saya menyadari ini bukan lagi eoraptor," ujar Paul Sereno dari universitas Chicago, salah seorang penulis temuan yang dimuat pada jurnal Science.

"Ini adalah penemuan awal dari deretan panjang spesies pemakan daging yang akhirnya akan menuju pada Tyrannosaurus Rex di penghujung era dinosaurus," jelas Sereno,.

Tulang yang mereka temukan merupakan dinosaurus kecil yang berbeda, yaitu karnivora dengan "gigi tajam seperti pisau steak unutk merobek daging," yang juga bisa berlari sekitar 32 kilometer per jam.

Mereka mempunyai jari yang mencengkeram dan panjang, "Cakar yang terlihat seram" itu bisa untuk membabat dan menggaruk.

"Mereka seperti rakun reptil," kata Thomas Holtz, paleontolog di University Of Maryland in College park.

Eodromaeus pada 230 juta tahun yang lalu, berasal dari zaman dinosaurus paling awal dan tidak banyak diketahui oleh para ilmuwan. Tetapi, meski ada di awal zaman itu, eodromaeus memiliki ciri-ciri khusus yang terkait dengan dinosaurus.

"Ini merupakan  blueprint awal dinosaurus," kata Sereno. Beberapa fitur pada eodromaeus - seperti tangan yang mencengkram - ada 150 juta tahun kemudian pada tyrannosaurus rex, tepat sebelum asteroid menghantam bumi," ujarnya. Hantaman asteroid itu berarti kepunahan massal pada 65 juta tahun lalu.

Bagi para pakar dinosaurus, "jaw dropper" sesungguhnya merupakan perbandingan antara eodromaeus dan kerabat kecilnya, eoraptor, spesies yang dinamai oleh Sereno dan koleganya ditahun 1993.

Waktu itu, eoraptor ditandai sebagai predator kecil yaitu  theropoda seperti eodromaeus. Kelompok ini termasuk velociraptor, tyrannosaurus dan giganotosaurus. satu segmen tampaknya  masuk dalam jenis burung.

Setelah rinciannya jelas serta ada CT scan dari kepala dan tengkoraknya, fitur baru itu mengungkapkan bahwa hubungan eoraptor justru terkait dengan herbivora berleher raksasa yang disebut sauropodomorphs, yang familiar di banyak orang, termasuk "brontosaurus".

Temuan baru itu membuat jelas bahwa eodromaeus menjelajah planet ini lebih awal dari eoraptor. Penemuan itu menyingkirkan eoraptor (dinosaurus) yang telah lama berada di posisi itu," ujar Holtz.(ar/ok/lp6) www.suaramedia.com
»»  read more

Baju Perang 'Cair', Proyek Rahasia Militer Inggris

LONDON (Berita SuaraMedia) - Sebuah temuan baru revolusioner dalam dunia militer sedang dikembangkan di Inggris. Bentuknya, baju perang antipeluru canggih yang diharapkan bisa menyelamatkan jiwa para serdadu di medang perang.

Bukan baju perang biasa, alih-alih dibuat dari material padat, ini terbuat dari sejenis cairan.

Para ilmuwan telah menciptakan zat sangat rahasia yang mampu menyerap kekuatan tembakan lawan atau pecahan peluru.

Zat ini akan menebal dan mengeras saat peluru menyentuh sasaran.

Namun, rumus kimia dari cairan baru itu masih dirahasiakan.

Para pejabat pertahanan Inggris meyakini, baju ini akan lebih ringan, fleksibel, dan  menawarkan perlindungan yang lebih besar untuk prajurit di medan  perang.
"Baju perang cair" berteknologi tinggi ini dipamerkan dalam sebuah konferensi militer di London, berdampingan dengan berbagai gadget ala James Bond.

Stewart Penny, manajer pengembangan bisnis BAE menggambarkan materi baru sebagai "adonan tahan peluru ".

Dia mengatakan  "Ini sangat mirip dengan adonan dalam arti bahwa molekul kunci bersama-sama ketika terjadi dampak."

Apa bedanya dengan baju perang biasa?

Para peneliti telah memasukkan formula futuristik, cairan yang bisa menebal, di antara lembaran Kevlar -- serat fiber sintetis bahan rompi antipeluru yang kekuatannya lima kali lipat dari baja -- untuk menghasilkan baju perang super.

Meski disebut cair, molekul rahasia yang dikembangkan ilmuwan berbentuk mirip custard, semacam puding, yang relatif solid dan lebih tebal dari cairan biasa.

Dengan bahan ini, para ahli militer mengatakan, berat baju perang yang dihasilkan hanya setengah dari berat rompi antipeluru biasa, yang memungkinkan para prajurit melakukan manuver lebih bebas.

Saat ini prajurit mengenakan pelindung tubuh berat yang terbuat dari piring keramik dan lapisan Kevlar. Selain berat, baju itu tentu saja  tak  nyaman di zona perang panas seperti Afghanistan yang bisa  mencapai 50 derajat Celcius.

Teknologi ini dikembangkan oleh tim ilmuwan dan perusahaan peralatan keamanan BAe System di Filton, Bristol.

Para ilmuwan menguji kedigdayaan material itu dengan cara menembakkan  peluru dari pistol kaliber 9 milimeter ke 31 lapis Kevlar,  dibandingkan dengan 10 lapis Kevlar yang dikombinasikan dengan  zat super itu.

Hasilnya, saat baju pelindung cair terkena proyektil, dampak itu  disebar di wilayah yang lebih luas. Ini akan mengurangi kemungkinan tentara terluka atau terbunuh oleh kekuatan tembakan peluru karena tidak terkonsentrasi pada satu wilayah kecil.

Sementara, baju pelindung tradisional memiliki efek samping: menyebabkan memar, tulang rusuk retak, dan bahkan kerusakan organ dalam.

BAE Systems akan mengembangkan baju perng canggih ini sehingga bisa menahan kekuatan senjata yang lebih berat, termasuk senapan serbu AK47 digunakan oleh Taliban.

Perusahaan pembuatnya yakin tentara bisa menggunakan rompi pelindung baru dalam dua tahun. "Ada cukup banyak modal dari Departemen Pertahanan. Kami harap ini segera bisa dipakai serdadu di garis depan," kata Nick Haigh, juru bicara BAe Systems, seperti diberitakan Daily Mail.

"Rompi pelindung tradisional Kevlar sangat efektif tetapi terlalu berat dan besar. Jika kita mampu mengurangi beban berat bagi tentara, kerja mereka akan lebih efektif. ". (ar/vs/inl) www.suaramedia.com
»»  read more